Mataku masih terpaku di depan layar laptop di malam yang hampir pertengahan ini. Aku lirik jam dinding di atas rak buku, menunjukkan pukul 22.40. Pekerjaanku masih banyak, biar tak bosan aku dengarkan musik saja, menyempilkan headset ke lubang telingaku. Suasana musik yang tadinya damai tiba-tiba kudengar gemuruh, kulepas satu sisi headset. Ternyata hujan sedang turun, malam ini, deras sekali.
Aku suka dengan suara hujan, mau deras atau hanya rintik, suara hujan selalu menenangkanku. Alunan lagu yang sedang kudengarkan tadi kalah damai dengan suara hujan. Aku memilih melepas headsetku dan mendengarkan suara hujan, sembari meneruskan pekerjaan. Malam-malam begini hujan deras memang tak biasa kurasakan selama aku di sini. Biasanya aku merasakan hujan di siang atau sore hari saja. Jadi ingat dengan sahabatku di Jogja, sahabat waktu SMA. Kalau hujan turun siang hari ketika kami akan pulang sekolah, kami memilih untuk duduk sejenak di teras sekolah dan menikmatinya bersama. Kami berbincang, berbagi curahan hati, dan berdebat soal hujan.
"Hujan itu asyiknya kalau pagi, jadi jam masuk sekolah bisa molor dikit, hahaha..." ujarku kala itu.
"Iya juga, ya. Ah, tapi aku lebih seneng kalo hujan siang-siang gini, asik buat pengantar tidur siang," balasnya.
"Dasar kebo! Tapi aku lebih suka hujan sore, entah kenapa kalau hujan sore itu aku selalu dapat ketenangan dan inspirasi untuk berbuat sesuatu. Biasanya, sih inspirasi untuk nulis," kataku.
"Hujan baiknya siang, karena itu waktu-waktunya orang lelah. Hujan, kan punya sisi magis tersendiri, bisa nenangin orang. Nah, di saat lelah itulah kita bisa terobati dengan adanya hujan," ia sedikit membantah.
"Sore, dong.. Apalagi dinikmati sama secangkir teh atau kopi, beuh! Asyiknya mantap! Kalau hujan di siang hari itu bawaannya jadi males, jadi kita malah nggak produktif. Di saat-saat kita harus mengerjakan banyak hal, dengan turunnya hujan di siang hari pekerjaan malah jadi terhenti," aku berargumen.
"Buat aku hujan yang paling bikin semangat adalah hujan siang dan lebih seru kalo dinikmatinya di rumah, bukan di sekolah kaya begini, hehehe..."
Kemudian kami berimajinasi soal hujan. Kami berdua suka hujan meski terkadang selalu membuat kami menunda untuk pulang ke rumah. Tapi hujan selalu membuat kami bahagia dan memperoleh banyak pelajaran berharga dari hasil perbincangan hujan kami.
Oh, satu kalimat yang aku ingat darinya sebelum aku merantau ke sini, soal hujan...
"Oi, kalau hujan jangan kebawa galau, ya! Inget, kita udah sepakat kalau hujan selalu bikin kita tambah kuat dan bikin semangat! Jangan galau-galau, hahaaa..." ucapnya sembari merangkul pundakku. Sore itu, waktu hujan favoritku, kami harus berpisah.
Suara geluduk membuyarkan renunganku. Baru kusadari, kulihat playlist laguku semuanya lagu melow. Segera kuganti playlist laguku menjadi lagu-lagu yang sedikit nge-beat karena hujan harus dinikmati dengan penuh semangat, bukan kegalauan.
Jatinangor, 3 Maret 2014
Di malam yang dingin dan hujan.

No comments:
Post a Comment